Cuma Anak Pantai yang Bisa Rasakan Ini

fun-surf-bali

 

REPUBLIKA.CO.ID, Mereka yang dibesarkan di daerah pesisir alias anak pantai pasti menjalani hidup dengan cara berbeda. Anak pantai bisa menikmati liburan tanpa akhir.

Hidup di pesisir adalah mimpi yang menjadi kenyataan, meski kadang penduduk setempat tak menyadari betapa beruntungnya mereka lahir di sebuah wilayah terpencil di pinggir pantai. Istimewanya, cuma anak pantai yang mengerti sejumlah perasaan di bawah ini, dilansir dari Womanitely, Jumat (29/4).

Pikiran tenang melihat laut
Anda baru saja mengalami hal menyakitkan? Perpisahan dengan kekasih? Menjalani masa-masa sulit? Anak pantai tak akan bisa melupakan masalahnya hanya dengan berbaring di tempat tidur. Mereka akan menenangkan pikiran dengan cara berbeda, yaitu pergi ke pantai, melihat ombak saat siang maupun malam hari. Masalah pun hilang.

Ke pantai tak perlu mahal
Kebanyakan orang harus menabung dulu untuk berlibur musim panas atau menghabiskan akhir tahun mengunjungi obyek wisata pantai. Anak-anak pantai jauh lebih beruntung karena mereka tak perlu merogoh kocek. Pantai adalah kehidupan mereka dan mereka menikmatinya sepanjang tahun.

Tak ada pantai, tak ada kehidupan
Anak-anak pantai tak pernah membayangkan berpisah dengan ekosistem yang satu ini. Ketika anak pantai hijrah ke kota, mereka awalnya pasti merasa tertekan dan bingung. Mereka tak ingin hidup mewah. Mereka selalu merindukan kehidupan asal mereka di pantai.

Pasir adalah pakaian
Anak pantai tak akan malu jika Anda menemukan pasir melekat di pakaian, perhiasan, bahkan rambut mereka. Mereka menganggap itu tidak kotor sama sekali. Mereka menganggap pasir layaknya pakaian sehari-hari, bahkan tak keberatan jika butirannya melekat di seprei kasur.

Ombak adalah musik terbaik
Apa yang ingin Anda dengarkan saat membuka jendela pada pagi atau malam hari? Dengung klakson kendaraan? Hiruk pikuk manusia di perkotaan? Anak pantai tak bersahabat dengan semua itu. Mereka hanya ingin mendengarkan deru ombak di telinga.

Cinta kebersihan
Anak pantai tak ingin lingkungan mereka kotor. Mereka benci wisatawan yang datang dan meninggalkan sampah di pantai, bahkan tak jarang menegurnya.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*